PAUD Riau ke Forum Internasional PENDIDIKAN Anak Usia Dini (Forum PAUD) di Provinsi Riau makin diperhitungkan. Bukannya di tingkat nasional, bahkan kini juga di forum internasional. Hal itu terbukti dengan keikutsertaan Forum PAUD Provinsi dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Riau di forum Malaysian Internasional Early Chilhood Education and Care Conferensi.Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari tanggal 14 - 17 April 2009 di Shangri-La Hotel, Kuala Lumpur yang dibuka langsung oleh Perdana Menteri Malaysia. Kegiatan berupa konferensi internasional, seminar dan pameran itu diikuti 600 peserta dari 34 negara. Rombongan dari Riau sebanyak 42 orang terdiri para Ketua Forum PAUD kabupaten/kota dan pengurus Himpaudi, dipimpin Ketua Forum PAUD Riau Hj Septina Primawati dan Ketua Himpaudi Riau Prof Dr Netti Herawati MSi. Selain itu juga ada Ketua KPAID Riau Dra Hj. Rosnaniar MSi. Selain sebagai peserta konferensi, Forum PAUD dan Himpaudi Riau juga mendapat kesempatan membuka stand pameran di lokasi acara. Bahkan Ketua Himpaudi Riau Prof Dr Hj Netti Herawati MSi menjadi salah satu moderator dalam konferensi internasional tersebut. Netti merupakan moderator satu-satunya dari Indonesia. Guru PAUD Mestinya Juga Ada PNS
Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak DiniHj. Septina Resmikan PAUD Permata Nilam
Ketua Himpaudi Riau Jadi Guru Besar Unri
PAUD Riau di Forum Nasional PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Riau kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Hal ini terbukti dengan diundangnya Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Riau, Dr Hj Netti Herawati MSi, sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Kelompok Bermain di Hotel Sahid, Solo.Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat PAUD Departemen Pendidikan Nasional ini berlangsung selama lima hari, tanggal 16 – 21 Maret 2009 diikuti seluruh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Para peserta terdiri dari akademisi, pendidik PAUD, pamong belajar dan pelatih kelompok bermain. Pakar PAUD Riau sekaligus Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Riau, Netti Herawati, dalam kegiatan tingkat nasional itu tampil membawa sejumlah materi, di antaranya Konsep dan Metodologi PAUD, Teknik Pembuatan Perencanaan Pembelajaran. Insentif Guru PAUD Naik 100 Persen KABAR gembira untuk para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Riau. Sebanyak 953 orang guru PAUD pada tahun 2009 ini akan mendapat insentif sebesar Rp1,2 juta yang berasal dari dana APBN.Informasi tersebut, kata Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Provinsi Riau, Prof Dr Hj Netti Herawati MSi, didapat dari surat dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas tanggal 4 Februari 2009. Jumlah guru PAUD yang mendapat insentif pada tahun 2009 ini meningkat 50 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 jumlah guru PAUD di Riau yang mendapat insentif hanya 732 orang. Sedangkn tahun 2009 meningkat menjdi 993 orang. Dari sisi besar uang yang diterima guru PAUD pada tahun 2009 meningkat 100 persen, karena tahun lalu hanya Rp600.000 per orang. Sedangkan tahun ini naik menjadi Rp1,2 juta. ''Alhamdulillah, ini patut kita syukuri,'' kata Netti. Pendidikan Usia Dini, Strategis Tapi Terabaikan
Oleh: Dr. Hj. Netti Herawati, MSi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan bagi anak berumur 0-6 tahun melalui tiga jalur pendidikan yaitu PAUD formil (TK, RA), PAUD Non formil (play group, TPA, PAUD sejenis) dan PAUD Informil (pendidikan PAUD di keluarga). PAUD sudah menjadi komitmen Internasional berdasarkan Deklarasi Dakkar (Senegal 2002) tentang pendidikan untuk semua khususnya point kesatu yang berisi: memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan ank dini usia terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntungNamun masih saja sering terdengar komentar sumbang masyarakat seperti: “PAUD tidak penting, tokh anak juga akan mencapai kemampuan tertentu pada waktunya”; “Kasihan balita masak masih kecil udah disekolahkan; “wajib belajar itu kan mulai SD”. Tidak hanya masyarakat, ternyata pemerintah juga sering dangkal melihat PAUD sebagai pendidikan fundamental seorang anak. Masih banyak kalangan pejabat yang berpendapat bahwa ”PAUD itu tidak menjadi prioritas karena bukan wajib belajar”. Sehingga anggaran APBD Riau tahun ini untuk program PAUD termasuk TK lk hanya 0.7 % saja. Bahkan ketika subsidi BBM diluncurkan hampir tidak pernah disebut-sebut bahwa dana subsidi BBM juga akan dialokasikan bagi Pendidikan Anak Usia Dini pada keluarga miskin. |







PENDIDIKAN Anak Usia Dini (Forum PAUD) di Provinsi Riau makin diperhitungkan. Bukannya di tingkat nasional, bahkan kini juga di forum internasional. Hal itu terbukti dengan keikutsertaan Forum PAUD Provinsi dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Riau di forum Malaysian Internasional Early Chilhood Education and Care Conferensi.
KETUA Forum PAUD Kota Pekanbaru Hj Evi Meiroza Herman Abdullah mengusulkan agar guru-guru PAUD juga bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti guru-guru lainnya.
PENDIDIKAN idealnya sudah dimulai sejak anak masih berusia dini sehingga apa yang diajarkan kepada mereka dapat melekat dalam pikiran dan kehidupannya selamanya. Karena itu seharusnya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lebih diperbanyak dan diberdayakan, untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas.
PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Riau kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Hal ini terbukti dengan diundangnya Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Riau, Dr Hj Netti Herawati MSi, sebagai narasumber dalam kegiatan Peningkatan Pemahaman Teknis Kelompok Bermain di Hotel Sahid, Solo.
KABAR gembira untuk para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Riau. Sebanyak 953 orang guru PAUD pada tahun 2009 ini akan mendapat insentif sebesar Rp1,2 juta yang berasal dari dana APBN.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan bagi anak berumur 0-6 tahun melalui tiga jalur pendidikan yaitu PAUD formil (TK, RA), PAUD Non formil (play group, TPA, PAUD sejenis) dan PAUD Informil (pendidikan PAUD di keluarga). PAUD sudah menjadi komitmen Internasional berdasarkan Deklarasi Dakkar (Senegal 2002) tentang pendidikan untuk semua khususnya point kesatu yang berisi: memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan ank dini usia terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung








